Diskusi 7 – Edo Tampil

MANUSIA DAN POLITIK

Pengertian Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri karena itu manusia membutuhkan relasi atau hubungan dengan orang lain yang disebut dengan interaksi sosial. Menurut ( Soerjono Soekanto ), interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Sehingga kontak dan komunikasi merupakan cara manusia saling berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.
Menurut ( Charles P. Loomis), sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Jumlah pelakunya dua orang atau lebih
2. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang
3. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
4. Adanya tujuan yang hendak dicapai
Menurut ( Soerjono Soekanto), interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi.
Kontak Sosial
Kata “kontak” (Inggris: “contact”) berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak menjadi syarat utama terjadinya kontak. Kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut.
Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik.
Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan pembeli di pasar tradisional, atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya, yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung.
Komunikasi
Komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut.
1. Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
2. Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
3. Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
4. Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
5. Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikasi, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.
Realitas sosial manusia sebagai makhluk sosial akan terjalin ketika manusia saling berinteraksi dalam lingkungan atau masyarakat. Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
Menurut (Koentjaraningrat 1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
Indonesia merupakan negara kesatuan, yang berlandaskan pada UUD 1945 dan Pancasila, yang diakui sebagai landasan dari Negara, tidak terlepas dari hal tersebut masyarakat Indonesia, juga memiliki keanekaragaman dimana keanekaragaman tersebut juga diakui sebagai identitas dari masyarakat Indonesia, diantaranya memiliki banyak pulau-pulau, suku, bahasa, dan agama sehingga dari keanekaragaman ini dikenal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tapi satu
Proses terbentuknya masyarakat Indonesia ini merupakan bagian dari kajian sistem budaya Indonesia yang memiliki lokus masyarakat Indonesia. Apakah masyarakat itu? Masyarakat dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu dan lembaga yang terorganisir, yang dibatasi oleh satu wilayah yang sama, yang merupakan subyek dari satu otoritas politik, dan terorganisasikan sedemikian rupa melalui nilai-nilai serta cita-cita bersama.
Menurut ( Kimmel and Aronson ), maksud dari kumpulan individu dan lembaga yang yang terorganisir adalah, masyarakat bukan merupakan kumpulan acak melainkan kumpulan yang sengaja dibentuk serta diorganisir. Masyarakat tidak hanya terdiri atas individu, melainkan juga lembaga-lembaga seperti keluarga, agama, pendidikan, atau perekonomian. Masyarakat dibatasi oleh satu wilayah yang sama, yang berarti masyarakat sungguh-sungguh menempati suatu tempat, memiliki eksistensi nyata,dan bukan sebuah gagasan imajinatif.
Unsur-unsur suatu masyarakat
a.Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
b.Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
c.adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Menurut( Abdul Syani ), terbentuknya suatu masyarakat karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama. Manusia membutuhkan komunikasi dalam membentuk kelompok, karena melalui komunikasi orang dapat mengadakan ikatan dan pengaruh psikologis secara timbal balik. Ada dua hasrat pokok manusia sehingga ia terdorong untuk hidup berkelompok, yaitu:
1. Hasrat untuk bersatu dengan manusia lain di sekitarnya
2. Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya

Berbicara mengenai masyarakat tidak terlepas juga dengana Konsep politik, Kosep politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis yang berarti kota, negara kota. Dari polis berkembang Konsep polites yang bermakna warga negara dan Konsep politicos yang berarti kewarga negaraan. Dari penjelasan etimologis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa politik sebagai sesuatu yang berhubungan antara warga negara pada suatu ( negara ) kota. Sedangkan akar katanya dari bahasa Inggris adalah politics, yang bermakna bijaksana. Kalau dilanjutkan pemahaman etimologis dari dua akar kata dari bahasa yang berbeda tersebut, dari bahasa Inggris maupun Yunani, maka politik dapat dipahami sebagai suatu proses dan system penentuan dan pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan warga negara dalam negara ( kota ). arti politik bisa sedemikian beragam, tergantung pada arah yang ingin dijelaskan. dalam arti umum, politik bisa diartikan sebagai siasah, strategi, atau seni bagaimana melaksanakan atau mencapai sesuatu yang diinginkan.
Menurut E.F. Schattschneider ( 1960 ), menemukan atau mendefenisikan politik sebagai seni dan ilmu dari pemerintahan. dengan demikian, berpolitik artinya melakukan serangkaian akivitas mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan memonitor serta mengontrol aktivitas tersebut dalam kaitannya dengan tujuan yang hendak dicapai. Sedang dalam arti khusus, politik adalah terkait dengan kekuasaan. berpolitik berarti melakukan serangkaian perencanaan dan aktivitas guna memperoleh kekuasaan yang diinginkan.
Wujud dari serangkaian perencanaan itu misalnya menyusun strategi-strategi, yang digunakan sebagai pedoman dan arahan guna mencapai kekuasaan atau jabatan yang diinginkan, kalau jabatan yang diinginkan itu ialah menjadi kepala desa maka proses untuk menjadi kepala desa itu tidaklah ditunggu tetapi harus direbut. dengan kata lain, diusahakan secara aktif, seperti mendaftarkan diri sebagai calon, berkampanye, dan seterusnya. dengan demikian, manusia sebetulnya tidak bisa dilepaskan dari urusan politik.

Pertanyaan :
1. bagaimana cara yang baik dalam berpolitik menurut teman-teman setelah melihat kasus yang terjadi pada proses atau tahap-tahap pemilan Gubernur di maluku utara ?
2. apa tanggapan teman-teman mengenai politik dalam konteks masyarak HALUT ( Halmahera Utara ) ?

Referensi :
http://www.bisosial.com/2012/05/ciri-ciri-dan-syarat-syarat-interaksi.html
Michael Kimmel and Amy Aronson, Sociology Now (Boston: Pearson Higher Education, 2010) p. 70.
https://www.google.com/#q=menurut+e.e.+schattschneider+politik+adalah+seni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s